Kultum Ramadhan: Jadilah Kupu-Kupu, Jangan Seperti Ular dalam Berpuasa
Suasana Mushala Al-Mizan Pengadilan Agama Talu saat Ramadhan dipenuhi kekhusyukan saat Panitera Pengganti Bustami, S.H., M.H., menyampaikan ceramah kultum kepada para aparatur dan jamaah yang hadir. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk memaknai puasa tidak sekadar sebagai kewajiban ritual, tetapi sebagai proses perubahan diri yang nyata. Mengawali ceramahnya, Bustami menjelaskan bahwa secara harfiah puasa berarti menahan. Sementara menurut istilah syariat, puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun demikian, beliau menekankan bahwa esensi puasa tidak berhenti pada menahan lapar dan dahaga semata, melainkan juga menahan hawa nafsu, amarah, serta perilaku yang tidak mencerminkan akhlak seorang muslim.
Dalam penjelasannya, Bustami menggunakan perumpamaan yang sederhana namun sarat makna. Ia mengibaratkan orang yang berpuasa seperti ular dan ulat. Ular, kata beliau, dari masa ke masa memang berganti kulit. Namun, meskipun berganti kulit, sifat dan karakter dasarnya tetap sama—tidak ada perubahan hakikat. Pergantian itu hanya tampak secara lahiriah. Sebaliknya, ulat menjalani proses yang lebih panjang dan penuh kesabaran. Dari seekor ulat, ia memasuki fase kepompong—fase “berpuasa” dan berdiam diri—hingga akhirnya keluar menjadi kupu-kupu yang indah. Pada ulat, terdapat perubahan substansial, transformasi yang nyata dari bentuk dan sifat yang sebelumnya.
Melalui analogi tersebut, Bustami mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan puasa sebagai momentum transformasi diri. Puasa seharusnya melahirkan perubahan sikap, peningkatan integritas, serta perbaikan akhlak dan kinerja, bukan sekadar perubahan yang bersifat seremonial. “Semoga kita berpuasa selayaknya kupu-kupu, yang menghadirkan perubahan nyata dalam diri, dan bukan berpuasa seperti ular yang hanya berganti kulit namun tak kunjung ada peberubahan,” demikian pesan yang disampaikannya di penghujung kultum.


